Kamis, 16 Juni 2016

cerpen

 Cinta tanpa alasan

Desiran ombak pantai yang kini hanya bisa ku nikmati sendiri, yang dulunya kita bermain dan berlari di pinggiran pantai namun sekarang kamu telah pergi meninggalkan sejuta kenangan yang telah kita rajut bersama, 2 tahun kita jalani hubungan ini dan kini kamu memilih untuk bersama dia pilihan hatimu saat ini.
Dimas dan Dewi merupakan pasangan yang menjalani hubungan pacaran selama 2 tahun, namun akhirnya mereka berpisah karena hadirnya orang ketiga di antara mereka.
“Dim? sudahlah, jangan pernah kamu ingat lagi kenangan itu, dia sudah bahagia dengan kekasih barunya” ucap Dafa sambil menepuk pundak dimas.
Dafa merupakan sahabat terdekat dimas, mereka bersahabat sejak mereka menempuh pendidikan bersama di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Dimas merasa tenang akan kesendiriannya, raut wajah sedihnya seakan tak bisa ditutupi dari sahabatnya itu, ia berusaha untuk tetap terlihat tegar di depan Dafa. “Aku baik-baik aja Daf, aku Cuma menyesal atas kebersamaanku bersamanya selama 2 tahun silam itu, dan aku sadar bila cinta itu bukan untukku” ucap Dimas dengan tak sanggup menahan air mata yang sudah menumpuk di kelopak matanya.
“Mungkin ini karena Allah masih menunjukkan rasa sayangnya terhadap kamu Dim” Ucap Dafa sambil menatap mata Dimas. “Percayalah, rencana tuhan telah disiapkan sebelumnya, dan akan membawamu ke tempat dimana kamu tidak pernah menyadarinya dan kamu tidak pernah memikirkannya, suatu tempat yang membuatmu nyaman,tenang dan damai bersama dia yang kamu butuhkan” Dafa mencoba menenangkan Dimas. “Kelak akan datang seseorang yang pantas menerima cinta dan ketulusanmu, Dim”.
“Makasih ya, Daf. Kamu memang sahabat terbaikku, hanya saja aku yang terlanjur cukup mencintainya, kini mungkin dia bukan yang terbaik untukku, hingga kami dipisahkan” Dimas memeluk Dafa.